Tampilkan postingan dengan label cat air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cat air. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2013

Panjat Pinang

cat air diatas kertas,
untuk mengadakan acara seperti ini harus mengorbankan satu pohon pinang yang usianya ribuan tahun.
Saya baru tahu kenapa dulu waktu saya kecil acara panjat pinang menggunakan pohon bambu sebagai pengganti pohon pinang yang mahal nilainya. Akan tetapi tetap saja nama tradisi seperti ini adalah panjat pinang dan bukan panjat bambu. Kemudian munculah peribahasa "bambu punya susu, pinang punya nama" untuk menggambarkan seorang pioner.Dan bisa juga peribahasa itu diperuntukan atau penggambaran superior, feodal, kapital dsb yang berbau dominasi.

Lepas dari peribahasa itu panjat pinang adalah sebuah tradisi syarat makna, syarat nilai moral, yang kini sudah tiada di era virtual sekarang ini. Dimana orang orang lebih senang bersenggama dengan sesuatu yang semu dripada berbaur merasakan atmosfer humanitas masyarakat layaknya manusia.

Kamis, 07 Februari 2013

Ke Arah Realisme


 Ini bisa mewakili objek objek ketertarikan saya dalam belajar realisme. Bukan bunga, pemandangan atau indahnya bulu halus atau kulit binatang. Saya lebih suka menggambar realitas sosial masyarakat menengah ke bawah sesuai dengan kemarjinalan diri saya. Untuk saat ini,seperti inilah pemahaman saya mengenai aliran realisme.

Selasa, 27 November 2012

Hasil Belajar Cat Air Selama Tiga Bulan













Inilah beberapa lukisan hasil bertapa saya selam 3 bulan mempelajari cat air.Sebagai seorang pemula, saya mencoba berbagai tehnik, metode, dan tak menutup kemungkinan berbagai alran seperti surealis yang kelak akan saya hadirkan juga ke dalam cat air.

Sebenarnya saya menggunakan media ini hanya sekedar untuk belajar warna sebelum kelak beralih media seperti aclyrik,dan atau cat minyak diatas kanvas. Namun, seiring kedekatan saya dengan ketidakpastian cat air, saya rasa visi tersebut harus dpertimbangkan ulang.